poto

0


Tarim, 22 Januari 2017
    Departemen Pendidikan dan Dakwah Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hadhramaut, bekerjasama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman dan Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) Ahqaff menggelar nadwah/seminar ilmiah perdana masa bakti PPI tahun 2016-2017 di ruang auditorium universitas Al-Ahqaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman.
      Acara yang dilaksanakan pada hari senin, 22 Januari 2017 ini menghadirkan dua orang narasumber, DR. Alwi bin Hamid bin Syihabuddin guru besar ilmu hadits Universitas  Hadhramaut, Yaman dan DR. Muhammad bin Abdul Qadir Alydrus mantan dekan Universitas Al-ahqaff sekaligus direktur ma'had Ghuroba lil hadits wa ulumuh di kota Tarim. Sebanyak lebih dari 150 pelajar yang ada di universitas Al-Ahqaff, baik dari para pelajar Indonesia sendiri, pelajar Somalia hingga pelajar Tanzania nampak bersemangat untuk mendengarkan muhadoroh yang akan disampaikan oleh kedua narasumber.
 Seminar sendiri berlangsung lancar, seru dan menyenangkan. Antusias hadirin begitu terlihat lewat banyaknya pertanyaan yang masuk kepada narasumber di sesi pertanyaan. Selain itu, moderator juga mampu mencairkan suasana dengan baik.
   Dimoderatori oleh habib Hafidz Al-qodri mahasiswa mustawa tiga kulliyah syariah, seminar ilmiah kali ini dimulai pada pukul 20.30 KSA dengan dr. Alwi bin Hamid bin Syihabuddin sebagai pembicara yang pertama.
   Dalam materi yang ia sampaikan, beliau sempat menyampaikan bahwa tema tasyabuh bil kufar (menyerupai orang kafir) seperti ini dinilai lebih cocok untuk dilaksanakan pada sebuah mu'tamar. bukan lagi seminar mengingat cukup luasnya pembahasan hal-hal yang berkaitan dengannya.
    Rasullullah, Muhammad S.A.W sudah banyak menjelaskan karakter dan watak bangsa Yahudi dan permusuhannya dengan agama Islam. Namun realitanya, saat ini banyak umat Islam yang justru terpengaruh dan takjub pada pemikiran mereka, takjub pada kebudayaan mereka, dan takjub pada politik mereka. Padahal Alllah S.W.T jelas-jelas berfirman "laqod kana lakum fi rasulillah uswatun hasanah." Sungguh telah ada pada diri rasullullah suri tauladan bagi diri kalian. Tutur beliau di dalam pemaparan materi.
   Sementara itu, dr. Muhammad  bin Abdul Qadir Alydrus dalam mukhadorohnya menekankan perbedaan antara tasabuh dan muwalaah bil kufur. Tasabuh, seperti yang disebutkan dalam hadits nabi Muhammad S.A.W yang paling terkenal man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum, bersifat umum. Sedangkan muwalaah di dalamnya mengandung cinta sehingga bnyak ayat yang melarang hal tersebut. Menurut beliau, tasabuh merupakan jalan awal menuju muwalaah, namun tidak serta-merta semua tasabuh menjadikannya muwalaah. (Munandar)

Posting Komentar Blogger

 
Top